Undangan Amat Sangat Spesial Sekali
Awal Tahun 2006
Percakapan di sebuah meja di sebuah foodcourt di dalam sebuah neighbourhood mall.
Istri : A’ tahun ini musim haji bertepatan dengan libur panjang anak2 lho
Suami : O ya?
Istri : Kita berangkat ibadah haji yuk, anak2 kita titipin di Bandung
Suami : Kita lihat aja nanti ya, sayang….
Si istri cuma bisa berdoa, semoga ‘nanti yg akan dilihat suaminya’ itu berarti mereka bisa beribadah haji bersama di akhir tahun nanti….
Pertengahan April 2006
Percakapan siang hari di kamar tidur anak2 perempuan di sebuah flat di Singapura.
Suami : Ling, mau nggak pindah ke Riyadh?
Istri : Kenapa nggak?
Suami : Betul?
Istri : Iya
Mereka pun berpelukan. Kebahagiaan memenuhi hati mereka. Untuk si suami, hal yg sangat berlawanan pernah dihadapi 7 tahun sebelumnya, ketika si istri menolak dengan sangat keras tawaran menarik yg diberikan kepadanya untuk posisi bagus di Riyadh juga, hanya karena sang istri sangat mengharamkan negeri itu utk dijadikan tempat tinggal mereka walaupun sementara. Tapi itu dulu. Sekarang si istri begitu antusias, karena pindah ke Riyadh artinya mendekati Baitullah, bisa mengunjungi kiblat, yg setiap harinya minimal 5x dia menghadapkan diri, wajah, hati, dan pikirannya kepadanya. Allah Maha membolak-balikkan hati….
Akhir November 2006
Percakapan malam hari di meja makan di sebuah villa cantik di Riyadh.
Suami : Ling, maaf ya, kayaknya kita belum bisa berangkat haji tahun ini
Istri : Kenapa?
Suami : Aa harus standby di Riyadh. Moga2 tahun depan kita bisa berangkat sekeluarga. Entar bulan Januari aja kita umroh dulu.
Sang istri hanya bisa pasrah, dia sadar sekali bahwa suaminya masih orang bayaran. Tapi dalam hatinya hasrat untuk melaksanakan ibadah haji segera tidak pernah padam…
17 Desember 2006
Percakapan di telepon sang istri dengan Ulfa, sahabatnya sejak di Singapura, berikut penggalan pentingnya.
Istri : Gimana persiapan berhajinya?
Ulfa : Kenapa? Berminat?
Istri : Emang masih bisa?
Ulfa : Masih, kebetulan ada beberapa orang yg mengundurkan diri
Istri : Nyaris mustahil. Suamiku kan nggak bisa berangkat, pasti nggak gampang dapet ijin dari dia yg orangnya kuatiran kayak gitu
Ulfa : Barangkali mau, sekarang hari terakhir pendaftaran setau aku
Istri : Waduh, jadi tergoda. Padahal sebetulnya tujuan nelepon untuk nawarin barangkali mau nitipin anak2 di rumahku selama berhaji
Ulfa : Terima kasih sekali. Aku cuma ngasih info lho.
Istri : Makasih sekali infonya. Aku coba ngerayu suamiku ah, kali aja diijinin.
Segalanya sangat dimudahkan bagi si istri. Sang suami mengijinkan, proses pendaftaran sangat cepat & lancar, bahkan sang pemimpin rombongan pun terheran2 menyaksikan begitu cepatnya proses pendaftaran terjadi, mengingat tidak sedikitnya persyaratan yg diperlukan & semuanya perlu waktu untuk diselesaikan.
Ya Allah, aku datang memenuhi panggilanmu. Sungguh Engkau Maha Kuasa & Maha Pemurah, hanya dengan kuasaMU segalanya terjadi. Insya Allah aku berangkat berhaji tanggal 27 Desember 2006 dengan rombongan dari Kedutaan Besar Malaysia di Riyadh.
Aku datang ya Allah….aku datang memenuhi undanganMU…

barakallah..hajjan mabruran,insyaAllah.salam buat mba Ulfa n mba Dina yaaaaa
Comment by ellen — January 7, 2007 @ 12:37 pm
MasyaAllah kalo sudah jalan Tuhan ya bu, semua pasti lancar
InshaAllah aku balik ke riyadh akhir jan 07 ini
Comment by dyna audrey — January 7, 2007 @ 1:36 pm
Subhanallah, Mba Wie.. akhirnya keinginan mulianya tercapai juga..
Miss you lots…
Muach..
Salam buat anak2 dan Mas Bun
Take care
Comment by tyty — January 8, 2007 @ 8:49 am
Alhamdulillah, kalo berniat krn Allah pasti ada jalannya. Selamat ya bu Haji! Salam buat Ulfa & Dina
Comment by Imel — January 8, 2007 @ 2:30 pm
Alhamdulillah ya mba Wie smuanya berjalan lancar, selamat yaa.. smoga keberkahan, kesehatan dan kebahagiaan senantiasa menghujani dirimu dan keluarga..
Comment by mamahoney — January 9, 2007 @ 11:14 am
Alhamdulillah wie…semua niat yang baik akan dimudahkan Alloh.
Mudah2an menjadi hajji yang mabrur ya bu…!
Comment by Teh Nani — January 10, 2007 @ 2:16 pm
Alhamdulillaah, selamat ya Wie.. selamat menempuh hidup baru 2007, all the best yaa
Comment by rini @PR — January 11, 2007 @ 10:13 am