Medical Check Up
|
Nggak seperti waktu masuk Singapura dulu sebagai tanggungan suami atas sponsor perusahaan tempat A’Bubun kerja, aku & anak-anak sama sekali nggak terlibat apa-apa tahu-tahu udah dapet kartu hijau Dependant Pass, untuk masuk Saudi Arabia aku & anak-anak harus menyerahkan medical report. Jadi aku & anak-anak harus menjalani medical check up dulu, yg terdiri dari bermacam-macam pemeriksaan. Yang paling bikin stress adalah pemeriksaan darah, air kencing & kotoran. Untuk pemeriksaan darah, demi jaim di depan anak-anak, aku berusaha nggak keliatan ketakutan. Gawat dong, entar kalo liat ibunya tegang, anak-anak pasti lebih tegang. Giliran pertama aku. Wadauw…untuk nyedot darah sebanyak 10 ml dari nadi yg ada di balik siku tangan kiriku koq lamaaa banget, dan selama itu aku harus bersandiwara seolah-olah aku nggak kesakitan apalagi ketakutan. Padahal…sumpah, ingin nangis…whoaaaa….!! Giliran kedua, Dzaky, si super ekspresif ini, waktu darahnya sedang disedot, aku harus mengalihkan perhatian Athaya & Alita, dibawa jauh-jauh dari ruangan tempat pengambilan darah, supaya adik-adiknya nggak nolak saat giliran tiba, walaupun tetep aja kedengeran ada diplomasi alot antara Dzaky, A’Bubun & petugas pengambil sample darah, sebelum akhirnya kedengeran "uuuu….aaaa…ooouuuuwww". Giliran Athaya, walau aku udah pergi jauh-jauh dengan Alita, ternyata tangisnya masih kedengeran. Giliran Alita, ini yg paling menakjubkan Pengambilan sample urine berjalan sangat lancar, apalagi aku & anak2 kedinginan di dalam laboratorium, jadi hasrat pipis tersalurkan. Giliran Alita, kasian banget, padahal udah kebelet pipis, tapi begitu aku sodorin cangkir plastik penampung air pipisnya, dia bilang nggak bisa pipis. Gitu terus. Walhasil, pemeriksaan yg seharusnya selesai jam 1.30, baru kelar jam 3.30, gara-gara nungguin & ngebujukin Alita untuk mau pipisnya ditampung di cangkir, soalnya nggak seperti kotoran alias tinja yg bisa diserahkan besok harinya, sample pipis harus diserahkan hari itu juga. Kebayang nggak, untuk medical check up kan kita harus puasa dulu, jadi kita baru sarapan jam 4 sore. Luaper banget. Kalo berdasarkan komentar petugas di bagian pendaftaran, report yg diminta dari Saudi Embassy itu komplit banget. Yahhh…semoga di Saudi Arabia nanti kami sekeluarga semakin sehat. Amin. |
